° aNaNda ScHoooL °
LogIN dLo ya... ^^v.
Bagi Yg Blm Mempunyai. Harap Registrasi terlebih dahulu.

By : adminisTraTor
° aNaNda ScHoooL °

° aNaNda ScHoooL ° ForuM ..

Di Sarankan untuk Rajin Memposting. Oh Galih, Oh Ratna ~ Oh Hoki, Oh Adam ~.stiap member yg udh memposting sebanyak 50x. akan di perbolehkan mengganti nickname ( nama ) dengan mengkonfirmasikan kepada administrator terlebih dahulu.So. We Are The Best So Join Us.

You are not connected. Please login or register

Dinasti Romanov

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Dinasti Romanov on Thu Mar 26, 2009 12:54 am

Dinasty Romanov
Dinasti Romanov adalah dinasti ke dua dan
terakhir di Rusia, yang menguasai Muskovia dan kekaisaran Rusia selama
lima generasi dari tahun 1613 - 1762. Dari tahun 1762 ke tahun 1917,
Rusia dikuasai oleh gabungan penguasa dari dinasti Romanov dan Dinasti
Oldenburg, yang dikenal sebagai Holstein-Gottorp-Romanov.



Asal Mula


Nenek moyang mereka adalah Andrei Kobyla, yang
diyakini sebagai seorang boyar dan mengabdi pada Simeon dari Rusia.
Generasi-generasi berikutnya kemudian diyakini sebagai leluhur
terkemuka. Pertama diyakini bahwa ia datang ke Moscow dari Prusia di
tahun 1341, dimana ayahnya menjadi pemberontak terkenal. Di akhir abad
ke-17, alur fiktif keturunannya dari Julius Caesar disebarluaskan.


Tampaknya asal mula Kobyla kurang dikenal. Bukan hanya karena nama
Kobyla, yang dalam bahasa Rusia berarti kuda betina, tetapi juga
keluarganya juga punya nama lain yang seperti kuda dan hewan rumah
lainnya, sehingga ada yang menduga, mereka keturunan dari keluarga
Konyushy.


Salah satu anak Kobyla, Fyodor Koshka, seorang boyar di Dmitri
Donskoi, bernama lain Koshka ( kucing ). Keturunannya mengambil nama
keluarga Koshkin, kemudian mengubahnya menjadi Zakharin, dimana
keluarga ini terpecah dalam dua nama keturunan: Zakharin-Yakovlev dan
Zakharin-Yuriev. Selama masa kaisar Ivan IV, keluarga ini terkenal
dengan nama Yakovlev (Alexander Herzen adalah yang paling terkemuka),
sementara para cucu Roman Zakharin-Yuriev mengubah nama mereka menjadi
Romanov.



Menuju Kekuasaan


Nasib keluarga ini membubung ketika putri Roman, Anastasia
Zakharyina, menikahi Ivan IV yang Ganas di bulan Februari 1547. Saat
suaminya meraih posisi tsar, Anastasia dianugerahi gelar yang pertama
kali dibuat: tsaritsa. Pernikahan mereka berjalan sangat baik, namun
kematian Anastasia yang misterius dan tiba-tiba di tahun 1560, mengubah
karakter Ivan. Curiga dengan kaum boyar yang diduga meracuni istrinya,
tsar mulai program Oprichnina alias masa penuh teror terhadap mereka.
Salah satu anaknya dari Anastasia, yang juga bernama Ivan, terbunuh
dalam satu perkelahian. Anak Ivan yang muda Fyodor, seorang pangeran
yang saleh dan lemah, mewarisi tahta setelah kematian ayahnya.


Selama masa kekuasaan Fyodor, pemerintahan Rusia ditentang oleh
saudara iparnya, Boris Godunov dan sepupu-sepupu Romanov-nya yang lain.
Setelah kematian Fyodor, dinasti dari Moskow yang berusia 700 tahun,
berakhir. Setelah perjuangan panjang, pihak Boris Godunov
mengalahkan keluarga Romanov dan menjadikannya sebagai tsar baru.
Dendam Godunov terhadap keluarga Romanov sangat gila: seluruh keluarga
dibuang ke wilayah terpencil di Utara Rusia dan wilayah Ural, dimana
sebagaian besar drai mereka akhirnya meninggal kelaparan atau dalam
tahanan. Pimpinan keluarga Romanov, Feodor Nikitich, diasingkan ke
Biara Antoniev Siysky dan dipaksa untuk bersumpah-biarawan dengan nama
Patriarki Filaret.


Nasib keluarga Romanov kembali berubah secara drastis bersama
dengan kejatuhan dinasti Godunov di tahun 1606. Sebagai pimpinan pihak
yang anti Godunov dan sepupu dari tsar terakhir yang sah, Filaret
Romanov dihormati oleh beberapa pihak yang mencoba mengklaim warisan
dan tahta Rurikid selama Periode Kekacauan. Kaisar Dmitriy I
mengangkatnya sebagai seorang uskup dan Dmitriy II menunjuknya sebagai
patriarch. Setelah pengusiran orang-orang Polandia dari Moskow di tahun
1612, majelis agung Rusia menawarkan tahta Rusia kepada beberapa
pangeran dinasti Rurik dan Gediminid, namun semua menolaknya.


Menyusul tawaran tahta Rusia, anak Filaret yang berusia 17 tahun,
Mikhail I , saat itu tinggal di biara Ipatiev, akhirnya dibujuk oleh
ibunya, Kseniya Ivanovna Shestova, untuk menerima tahta itu. Mikhail
merasa bahwa tahta ini sangatlah tidak aman dan mencoba menjalin erat
hubungan dengan para tsar terakhir dinasti Rurikid dan mencari nasihat
dari majelis agung dalam masalah penting. Strategi ini terbukti ampuh.
Para raja awal dinasti Romanov umumnya dicintai oleh rakyat dan juga
saudara ipar bekas kaisar Ivan serta para martir Godunov.



Masa-masa Krisis



Mikhail digantikan oleh anaknya, Aleksei, yang mengarahkan
negerinya ke dalam berbagai musibah. Setelah kematiannya, terjadi
perebutan diansti, antara anak-anaknya dari istri pertama ( Feodor III,
Sofia Alexeevna dan Ivan V ) dan anak dari istri ke dua ( Nataliya
Kyrillovna Naryshkina), calon kaisar Peter Yang Agung. Pergulatan
dinasti berikut setelah kematian Peter, yang membuat anak satu-satunya,
Alexei terbunuh dan tidak menunjuk pengganti pewaris tahta. Garis
keturunan lelaki Romanov sebetulnya berakhir bersamaan dengan kematian
Peter II di hari pernikahannya. Anak perempuan terakhir keluarga
Romanov adalah bibi Peter II, Anna Ioannovna (1693-1740) dan Yelizaveta
Petrovna (1709-1762).


Karena Anna dan Elizabeth tidak punya keturunan lelaki, suksesi
kerajaan dapat beralih kepada keponakan Anna dari
Brunswick-Lüneburg,(Ivan VI ) atau kepada keponakan Elizabeth (Pyotr
III ), dari Holstein, yang juga dianggap pewaris tahta Swedia dan
Holstein. Elizabeth sebenarnya mendukung keponakannya, meskipun ia
impoten dan berkarakter buruk. Dengan diangkatnya Peter III di tahun
1762 era baru dinasti Holstein-Gottorp, atau Oldenburg-Romanov, dimulai.



Dinasti Holstein-Gottorp-Romanov



Dinasti Holstein-Gottorp tetap memakai nama keluarga Romanov dan
menegaskan garis keturunan pria mereka dari Peter I. Pavel I sangat
bangga menjadi cicit dari bangsawan terkemuka Rusia, meskipun ibunya
yang keturunan Jerman, Katarina
II, menyindir dalam memoirnya bahwa ayah asli Paul adalah pacar
gelapnya, Serge Saltykov. Karena takut dengan perebutan tahta, Pavel
membuat aturan hukum, salah satu yang terketat di Eropa. Pasangan
raja/ratu dinasti Rusia harus berasal dari bibit yang sama, yaitu
berasal dari salah satu kerajaan di Eropa dan beragama Kristen Ortodoks
Timur. Kalau tidak, anak-anak mereka kehilangan hak atas tahta.


Pavel I terbunuh di istananya di Saint Petersburg. Aleksandr I menggantikannya dan kemudian wafat tanpa memiliki keturunan pria. Nikolai I, salah
satu saudara dari Aleksandr I, terkejut ketika diangkat sebagai raja.
Masa pemerintahannya, seperti juga pada masa Pavel I, ditandai dengan
perhatian besar pada kekuatan angkatan perang. Namun, Rusia kalah dalam
Perang Krim, meskipun mempunyai beberapa laksamana yang brilian,
termasuk Pavel Nakhimov.


Nicholas I memiliki 4 anak pria, yang dianggap akan mampu
menghadapi tantangan untuk menguasai Rusia. Nicholas I menyiapkan bekal
pendidikan terbaik buat putra-putranya, termasuk pendidikan militer.


Aleksandr II menjadi kaisar berikutnya. Aleksandr orang yang
terdidik dan cerdas, yang melestarikan tugasnya untuk menjaga
perdamaian di Eropa dan Rusia. Ia yakin bahwa negeri yang punya
angkatan perang kuat-lah yang akan dapat menjaga perdamaian. Namun
kehidupan keluarganya tidak bahagia. Istrinya tercinta, Maria
Alexandrovna, punya masalah dengan paru-parunya yang mengawali
kematiannya dan
membuyarkan ikatan keluarga. Pada tanggal 13 Maret 1881, Aleksandr
terbunuh setelah kembali dari parade militer. Kereta kudanya dipasang
bom buatan tangan. Kaisar meninggal setelah bom kedua meledak.
Pembunuhnya, Ignacy Hryniewiecki terluka parah.


Aleksandr II digantikan oleh anaknya, Aleksandr III. Bertubuh
besar dan terkadang bodoh, dengan stamina tangguh dan perilaku buruk,
Aleksandr, takut akan mengalami nasib seperti ayahnya dan mempertegas
aturan otoriter di Rusia. Banyak hal reformis di masa
Aleksandr II ditarik kembali. Aleksandr, setelah kematian kakaknya,
bukan hanya mewarisi tahta tetapi juga istri, Putri Dagmar dari Denmark
(Maria Fyodorovna). Meskipun kontras dalam hal penampilan, pasangan ini
sangat terkenal dan memiliki 5 anak.


Putra tertua, Nikolai, menjadi Tsar setelah ayahnya wafat tiba-tiba
karena penyakit ginjal di usia 49. Tak siap untuk jadi raja, Nicholas
berkata, "Saya belum siap jadi raja. Saya tidak menginginkannya. Saya
bukan Tsar." Meskipun cerdas dan berhati mulia, karena kurang persiapan
untuk berkuasa, ia melanjutkan kebijakan ayahnya yang kejam. Istrinya,
seorang putri kerajaan yang rapuh dan emosional, juga menjadi beban.
Sementara Tsar disibukkan dengan Perang Dunia I, istri tsar bahkan
memengaruhi pengadilan dan pemerintahan.


Kejatuhan DinastiKetika keluarga Romanov merayakan ulang tahun
kekuasannya, di tahun 1913, upacara ditandai dengan beberapa pertanda
aneh. Grigori Rasputin menyatakan kekuasaan Romanovs tak akan bertahan
satu tahun setelah kematiannya. Rasputin dibunuh oleh salah satu
bangsawan Romanov beberapa bulan sebelum Revolusi Bolshevik Februari
1917, yang memakzulkan Nicholas II.


Penguasa Bolshevik membantai seluruh keluarga Romanov di gudang
penyimpanan anggur di Gedung Ipatiev, Yekaterinburg, Rusia, pada
tanggal 17 Juli 1918 ( meskipun beberapa buku menduga hanya Nikolai
yang ditembak ). Ironisnya Gedung Ipatiev memiliki nama sama dengan
biara Ipatiev di Kostroma, dimana Mikhail Romanov ditawarkan tahta
Rusia di tahun 1613. tempat dimana gedung Ipatiev berdiri dinamai ulang
sebagai " Gereja di atas Darah ". Setelah bertahun-tahun penuh
kontroversi, Nikolai II dan keluarganya dinyatakan sebagai "orang suci"
oleh Gereja Ortodoks Rusia di tahun 2000.


_________________
View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum