° aNaNda ScHoooL °
LogIN dLo ya... ^^v.
Bagi Yg Blm Mempunyai. Harap Registrasi terlebih dahulu.

By : adminisTraTor
° aNaNda ScHoooL °

° aNaNda ScHoooL ° ForuM ..

Di Sarankan untuk Rajin Memposting. Oh Galih, Oh Ratna ~ Oh Hoki, Oh Adam ~.stiap member yg udh memposting sebanyak 50x. akan di perbolehkan mengganti nickname ( nama ) dengan mengkonfirmasikan kepada administrator terlebih dahulu.So. We Are The Best So Join Us.

You are not connected. Please login or register

Sejarah Zaman Tiga negara

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Sejarah Zaman Tiga negara on Thu Mar 26, 2009 1:26 am

Zaman Tiga Negara atau juga dikenal dengan nama
Samkok (Tionghoa
Sederhana: 三国時代; Tionghoa
Tradisional: 三國時代, hanyu pinyin:
sanguo shidai, bahasa
Inggris: Three Kingdoms Era) (220 - 280) adalah sebuah zaman
di penghujung Dinasti Han di mana
Tiongkok terpecah menjadi tiga negara
yang saling bermusuhan.


Tiga Negara




Negara | Cao Wei |
Dong Wu | Shu
Han


Ibukota | Luoyang | Jianye |
Chengdu


Kaisar


· Kaisar pendiri


· Kaisar terakhir | 5 kaisar


Cao Pi


Cao Huan | 4 kaisar


Sun Quan


Sun Hao | 2 kaisar


Liu Bei


Liu Chan


Berdiri | 220 | 222 | 221


Runtuh | 265 | 280 | 263


Di dalam sejarah Tiongkok biasanya hanya boleh ada kaisar tunggal yang dianggap menjalankan mandat
langit untuk berkuasa, namun di zaman ini karena tidak ada satupun
negara yang dapat menaklukkan negara lainnya untuk mempersatukan
Tiongkok, maka muncullah tiga negara dengan kaisar masing-masing.
Tiongkok akhirnya dipersatukan oleh keluarga Sima yang merebut kekuasaan dari negara Wei dan
menaklukkan Wu serta mendirikan Dinasti Jin.

1. Kronologi sejarah

1. 1. Penghujung Dinasti Han

Dinasti Han
mengalami kemerosotan sejak tahun 100 karena kaisar-kaisar penguasa
yang tidak cakap memerintah dan pembusukan di dalam birokrasi
pemerintahan. Beberapa pemberontakan petani pecah sebagai bentuk
ketidakpuasan rakyat terhadap kekaisaran. Ketidakmampuan kaisar ini
lebih parah dipergunakan oleh para kasim untuk mengkonsolidasikan
kekuasaan di tangan mereka. Penghujung Dinasti Han memang adalah sebuah
masa yang didominasi oleh pemerintahan kasim.



Pembagian administrasi (prefektur) di penghujung Dinasti
Han


Sejak Kaisar Hedi, kaisar-kaisar
selanjutnya naik tahta pada masa kanak-kanak. Ini menyebabkan tidak
ada pemerintahan yang stabil dan kuat karena pemerintahan
dijalankan oleh kasim-kasim dan keluarga kaisar lainnya yang
kemudian melakukan kudeta untuk menyingkirkan kaisar yang tengah
beranjak dewasa guna melanggengkan kekuasaan mereka. Ini
menyebabkan lingkaran setan yang kemudian makin memurukkan situasi
Dinasti Han.

1. 2. Kelaliman Perdana Menteri Dong Zhuo

Pada tahun 189, sesaat setelah Kaisar Lingdi mangkat, para menteri
kemudian merencanakan untuk membunuh Jenderal He Jin, paman dari anak Kaisar Lingdi, Liu Bian. Ini dimaksudkan untuk mencegah He Jin
mendudukkan Liu Bian sebagai kaisar pewaris tahta. Rencana ini
diketahui oleh He Jin yang kemudian segera melantik Liu Bian
sebagai pewaris tahta dengan gelar Shaodi
pada April 189. Selain itu, He Jin juga memerintahkan Dong Zhuo untuk
kembali ke ibukota Luoyang untuk menghabisi para menteri serta kasim
yang ingin merebut kekuasaan itu. Sebelum Dong Zhuo sampai, He Jin
sudah dibunuh dahulu oleh para menteri di dalam istana.

Yuan Shao kemudian mengambil
inisiatif menyerang istana dan memerintahkan pembunuhan sebagian
menteri dan kasim yang dituduh berkomplot merebut kekuasaan
kekaisaran. Namun, menteri lainnya menyandera Kaisar Shaodi dan
adiknya Liu Xie ke luar istana. Dong Zhuo
mengambil kesempatan ini untuk memusnahkan kompolotan menteri tadi
dan menyelamatkan kaisar. Dengan kaisar di bawah pengaturannya,
Dong Zhuo kemudian memulai kelalimannya.

Dong Zhuo mulai menyiapkan strateginya untuk mengkontrol
kekuasaan kekaisaran di Tiongkok dengan membatasi wewenang
kekuasaan Kaisar Shaodi. Ia lalu menghasut Lu
Bu untuk membunuh ayah angkatnya, Ding
Yuan dan merebut seluruh kekuatan militernya untuk memperkuat
diri sendiri. Yuan Shao juga diusir olehnya dari Luoyang. Ia
membatasi wewenang para menteri dan memusatkan kekuasaan di
tangannya, setelah itu, Kaisar Shaodi diturunkan dari tahta untuk
kemudian digantikan oleh adiknya Liu Xie yang menjadi kaisar dengan
gelar Xiandi pada September 189.
Sejarahwan beranggapan bahwa momentum ini adalah awal Zaman Tiga
Negara.

Yuan Shao kemudian menghimbau para jenderal penguasa daerah
untuk melawan kelaliman Dong Zhuo. Usahanya membawa hasil 11
batalyon militer beraliansi untuk melakukan agresi ke Luoyang guna
menumbangkan rezim Dong Zhuo. Yuan Shao memimpin aliansi yang
kemudian dinamakan sebagai Tentara Pintu Timur. Dong Zhuo
merasa takut dan membunuh bekas kaisar Shaodi, membumi-hanguskan
dan merampok penduduk Luoyang, menyandera Kaisar Xiandi dan
memindahkan ibukota ke Chang'an.

Dalam pelariannya, Dong Zhuo diserang oleh Cao Cao dan Sun Jian
yang tergabung dalam Tentara Pintu Timur, namun sayang karena ada
kecemburuan di dalam aliansi menyebabkan tidak ada bantuan dari
jenderal lainnya yang tidak ingin melihat keberhasilan mereka
berdua. Aliansi ini kemudian bubar dan Dong Zhuo meneruskan
kelalimannya di Chang'an.

Akhirnya, pada tahun 192, menteri istana
bernama Wang Yun bersama Lu Bu
menghabisi nyawa Dong Zhuo di Chang'an. Ini mengakibatkan
bawahan Dong Zhuo, Li Jue menyerang istana
dan membunuh Wang Yun serta mengusir Lu Bu. Li Jue melanjutkan
kelaliman pemerintahan Dong Zhuo.

1. 3. Berkuasanya raja-raja perang

Setelah Dong Zhuo berhasil dijatuhkan, Dinasti Han makin melemah
karena kehilangan kewibawaan kekaisaran. Melemahnya kekuasaan
istana menyebabkan para gubernur dan penguasa daerah memperkuat
diri sendiri dan menjadi raja kecil di wilayah mereka. Ini
menyebabkan munculnya rivalitas antar raja-raja perang satu wilayah
dengan wilayah lainnya. Raja perang
yang terkenal dan kuat pada masa ini adalah :


* Yuan Shao, menguasai Prefektur Ji di utara Sungai Kuning.

* Cao Cao, menguasai Chenliu dan kemudian Xuchang.

* Yuan Shu, menguasai daerah Huainan dan mengangkat diri sebagai kaisar karena
mempunyai stempel kekaisaran di tangannya.

* Sun Jian, menguasai Changsha.

* Dong Zhuo, gubernur Prefektur
Liang, namun kemudian merebut ibukota Luoyang dan memindahkannya ke Chang'an, Prefektur Sili.

* Liu Biao, menguasai Prefektur
Jing.

* Liu Zhang, menguasai Prefektur
Yi.

* Zhang Lu, menguasai Hanzhong.

* Ma Teng, menguasai Prefektur
Liang.

* Gongsun Zan, menguasai
Semenanjung Liaodong.


1. 4. Peperangan Guandu dan penyatuan utara


Peta wilayah pengaruh Yuan Shao (merah) dan Cao Cao (biru) pada tahun 195

Peta wilayah pengaruh Yuan Shao (merah) dan Cao Cao
(biru) pada tahun 195

Di antara mereka, kekuatan Cao Cao dan Yuan Shao berkembang
paling pesat dan menyebabkan peperangan di antara mereka tidak
dapat dihindari. Cao Cao pada tahun 197 menaklukkan Yuan Shu, lalu Lu Bu pada tahun 198 serta
Liu Bei setahun selanjutnya. Tahun 200,
Yuan Shao memulai ekspansi wilayah ke selatan, namun berhasil
dipukul mundur oleh Cao Cao. Yuan Shao kemudian memutuskan untuk
memimpin sendiri kampanye militer ke selatan dan berpangkalan di
Yangwu. Cao Cao juga mundur ke Guandu untuk melakukan kampanye defensif. Di sini,
kekuatan di antara mereka berimbang selama setengah tahun sampai
akhirnya Cao Cao melakukan serangan mendadak dan memusnahkan
seluruh persediaan logistik Yuan Shao. Yuan Shao kemudian mundur
karena moral prajurit yang rendah setelah kekalahan yang menentukan
itu. Ini adalah peperangan
Guandu yang terkenal itu.

Setelah kekalahannya di Guandu, Yuan Shao beberapa kali mencoba
melakukan serangan kepada Cao Cao namun gagal. Tahun 202, Yuan Shao meninggal, menyebabkan perebutan
kekuasaan antara putranya, Yuan Tan dan
Yuan Shang. Cao Cao mengambil
kesempatan ini untuk menaklukkan Yuan Shang dan membunuh Yuan Tan.
Yuan Shang kemudian mencari perlindungan kepada suku Wuhuan di utara yang mendukung Yuan Shao. Atas
nasehat Guo Jia, Cao Cao menyerang Wuhuan dan membunuh pemimpinnya.
Yuan Shang dalam pelariannya mencari perlindungan kemudian dibunuh
oleh Gongsun Kang yang takut
diserang Cao Cao bila memberikan suaka kepada Yuan Shang.

Tahun 207, Cao Cao secara resmi
mempersatukan wilayah utara Tiongkok dan merencanakan ekspansi ke
wilayah selatan.

1. 5. Kampanye militer ke selatan dan peperangan
Chibi

Karakter Chibi di Tebing Merah di tepi Sungai Panjang

Karakter Chibi di Tebing Merah di tepi Sungai
Panjang

Tahun 208, Cao Cao melakukan kampanye
militer ke selatan tepatnya ke Prefektur Jingzhou yang saat itu dikuasai oleh Liu Biao. Liu Biao meninggal sebelum Cao Cao
tiba. Liu Zong, anak Liu Biao yang
menggantikan ayahnya menyerah kepada Cao Cao. Liu Bei yang saat itu
berlindung kepada Liu Biao melarikan diri ke Jiangling, namun berhasil dipukul mundur lebih
lanjut ke Xiakou.

Sun Quan mengutus penasehatnya Lu Su
mengunjungi Liu Bei menanyakan keadaannya. Zhuge Liang kemudian mewakili Liu Bei
mengajukan penawaran aliansi kepada Sun Quan. Aliansi Sun-Liu
terbentuk untuk menahan serangan Cao Cao. Zhou Yu dan Cheng Pu
memimpin tentara Sun dan berhasil memukul mundur tentara Cao Cao
dengan strategi api. Peperangan berlokasi di daerah Chibi dan
terkenal sebagai pertempuran
Chibi.

1. 6. Liu Bei menduduki Prefektur Yizhou

Cao Cao yang kalah perang kemudian mengalihkan perhatian ke
wilayah barat. Cao Cao menyerang Hanzhong yang dikuasai Zhang Lu. Penguasa di Xiliang kemudian melakukan perlawanan pada tahun
211 karena takut menjadi target Cao Cao
selanjutnya. Ma Chao yang memimpin
perlawanan ini dikalahkan Cao Cao dan mengasingkan diri. Setelah
tahun 215, Cao Cao telah berhasil menguasai seluruh wilayah utara
dan barat Tiongkok.

Kemenangan aliansi Sun-Liu membuahkan perpecahan di antara
mereka. Mereka mulai memperebutkan Jingzhou yang ditinggalkan Cao
Cao. Perebutan ini dimenangkan oleh Sun Quan, yang melakukan
serangan militer ke selatan Jingzhou di bawah pimpinan Zhou Yu.
Zhou Yu berencana melanjutkan ekspansi militer ke Prefektur
Yizhou yang dikuasai Liu Zhang, namun ia meninggal dalam perjalanan.
Lu Su yang menggantikannya menghentikan rencana ini dan meminjamkan
Jingzhou kepada Liu Bei untuk pangkalan militer sementara untuk
menahan kemungkinan serangan Cao Cao.

Saat ini, Liu Zhang mengundang Liu Bei untuk membantu Yizhou
melawan kemungkinan ekspansi Cao Cao bila berhasil menduduki
Hanzhong. Liu Bei berangkat menuju Yizhou meninggalkan Guan Yu menjaga Jingzhou. Perseteruan Liu Bei dan
Liu Zhang pecah pada tahun 212, Liu Bei lalu
menduduki Chengdu dan memaksa Liu Zhang
menyerahkan kekuasaan Yizhou kepadanya.

1. 7. Tiga negara terbentuk

Peta 3 negara pada tahun 262 M

Peta 3 negara pada tahun 262 M



_________________
View user profile

2 Sambungan.... on Thu Mar 26, 2009 1:26 am

Tahun 216, Cao Cao mengangkat diri sebagai
Raja Wei. Setahun kemudian, Liu Bei menyerang Hanzhong yang saat
itu dikuasai Cao Cao. Pengkhianatan dari dalam dan kampanye militer
Sun Quan di wilayah tengah menyebabkan Cao Cao terpaksa harus
mundur dari Hanzhong. Liu Bei juga mengangkat diri menjadi Raja
Hanzhong pada tahun 219.

Tahun yang sama, Guan Yu memimpin pasukan menyerang Cao Cao,
namun Lu Meng melakukan serangan dari
belakang secara mendadak ke Jingzhou. Guan Yu berhasil ditangkap
dan dibunuh oleh Lu Meng. Tahun 220, Cao Cao
meninggal dunia dan digantikan oleh putranya Cao Pi. Cao Pi memaksa Kaisar Xiandi menyerahkan
tahta kekaisaran lalu mendirikan Negara Wei dan bertahta dengan gelar Wendi. Setahun
kemudian, Liu Bei yang mendukung kelanjutan Dinasti Han mengangkat
diri sebagai kaisar dengan gelar Zhaoliedi.

Sun Quan menyatakan tunduk kepada Wei dan diangkat sebagai Raja
Wu oleh Cao Pi. Tahun 221 juga, Liu Bei
menyerang Sun Quan dengan tujuan membalaskan dendam Guan Yu, namun
berhasil dipukul mundur oleh Lu Xun dan
meninggal pada tahun 223. Liu Chan kemudian menggantikan sang ayah menjadi
kaisar dengan gelar Xiaohuaidi. Sepeninggal Liu Bei, Sun Quan
kembali bersekutu dengan Liu Chan untuk menahan pengaruh Cao Cao.
Tiga negara resmi berdiri dan tidak akan ada satupun negara dapat
menaklukkan negara lainnya selama kurun waktu 40 tahun.

1. 8. Runtuhnya negara Shu Han

Sepeninggal Liu Bei, negara Shu Han
melakukan ekspansi wilayah ke timur laut Shu. Ini dilakukan untuk
mengurangi kemungkinan diserang dari belakang saat pelaksanaan
gerakan ofensif terhadap Wei di utara. Setelah wilayah di belakang
berhasil ditenangkan, Shu Han melakukan 5 kali penyerangan ke utara
di bawah pimpinan Zhuge Liang dalam kurun tahun 227 sampau 234, namun
kesemuanya gagal.

Zhuge Liang meninggal tahun 234 lalu digantikan oleh Jiang Wei yang meneruskan ekspedisi ke utara,
namun tidak menghasilkan kemenangan yang mutlak. Liu Chan yang
tidak cakap memimpin mempercayakan jalannya pemerintahan kepada
menteri kesayangannya Huang Hao. Jiang
Wei yang mengajukan mosi tidak percaya kepadanya, malah dituduh
berkhianat kepada negara. Ini menyebabkan Wei kemudian berhasil
mematahkan pertahanan Hanzhong dan menyerang sampai ke Chengdu,
ibukota Shu Han. Liu Chan menyerahkan diri kepada Wei dan negara
Shu Han resmi runtuh pada tahun 263.

1. 9. Berdirinya Dinasti Jin

Tahun 265, menteri negara Wei, Sima
Yan merebut kekuasaan dari keluarga Cao dan mendirikan negara
Jin, beribukota di Luoyang. Ia bertahta dengan gelar Kaisar Wudi.
Jin kemudian merencanakan penaklukan negara Wu yang saat itu sedang
kacau sepeninggal Sun Quan pada tahun 251.
Tahun 279, penyerangan Wu dilancarkan dan Jin
berhasil menaklukkan Wu tanpa perlawanan berarti karena moral
prajurit yang rendah. Sebab utama kekalahan Wu adalah pemerintahan
lalim dari kaisar Sun Hao.

Tahun 280, Tiongkok dengan resmi
dipersatukan di bawah Dinasti Jin yang kerap disebut sebagai Jin
Barat oleh sejarahwan. Dinasti ini akan berkuasa sampai tahun
420 sebelum Tiongkok kembali terpecah-pecah
karena lemahnya kekaisaran dan serangan suku-suku barbar dari
utara.

2. Sastra


Kata pembukaan novel Kisah Tiga Negara; Seluruh kekuatan di dunia, bersatu untuk bercerai dan bercerai untuk bersatu kembali

Kata pembukaan novel Kisah Tiga Negara; Seluruh
kekuatan di dunia, bersatu untuk bercerai dan bercerai untuk
bersatu kembali

Zaman ini punya popularitas lebih di masyarakat luas karena
Luo Guanzhong, seorang sastrawan
Dinasti Ming menuliskannya sebagai
latar belakang roman sejarah Kisah
Tiga Negara (三國演義). Selain itu, ada pula sastra sejarah resmi
Catatan Sejarah Tiga
Negara (三國志) karya Chen Shou,
seorang sejarahwan Dinasti Jin.

3. Tokoh-tokoh berdasarkan negara

3. 1. Penghujung Dinasti Han


* Dong Zhuo, perdana menteri
lalim

* Yuan Shao, bangsawan dari utara,
kemudian dikalahkan Cao Cao

* Liu Biao, bangsawan dari
Jingzhou

* Gongsun Zan, jenderal Han di
perbatasan timur laut

* Lu Bu, jenderal bengis, membunuh 2 ayah
angkatnya

* Ma Teng, penguasa Liangzhou

* Kaisar Xiandi, kaisar terakhir
Dinasti Han


3. 2. Cao Wei


* Cao Cao,pemimpin negara Wei, raja
perang, mempersatukan utara Tiongkok

* Cao Pi, anak dari Cao Cao, pemimpin
pengganti negara Wei

* Cao Ren, paman dari Cao Pi

* Sima Yi, penasehat militer dan ahli
strategi

* Guo Jia, penasehat militer, mati
muda

* Xun Yu, penasehat militer

* Xiahou Dun, jenderal perang

* Xiahou Yuan, abang dari Xiahou
Dun, terkenal akan panahnya

* Zhang Liao, jenderal perang

* Zhang He, jenderal perang

* Dian Wei, pengawal pribadi Cao
Cao

* Xu Zhu, komandan dan ahli strategi
negara Wei

* Zhuge Jin, adik dari Zhuge Liang
tetapi bekerja pada Wei

* Sima Zhao, anak dari Sima Yi


3. 3. Dong Wu


* Sun Jian, raja perang, penguasa
Changsha

* Sun Ce, anak Sun Jian, peletak dasar
negara Wu

* Sun Quan, kaisar pertama negara
Wu

* Zhou Yu, penasehat militer, mati
muda

* Zhuge Jin, penasehat militer

* Lu Xun, jenderal perang

* Huang Gai, jenderal perang

* Gan Ning, jenderal perang

* Taishi Ci, jenderal perang


3. 4. Shu Han


* Liu Bei, bangsawan berdarah biru,
ingin meneruskan Dinasti Han

* Zhuge Liang, penasehat
militer

* Pang Tong, penasehat militer

* Jiang Wei, jenderal perang

* Guan Yu, dikenal juga sebagai
Guan Gong, adik angkat Liu Bei

* Zhang Fei, adik angkat Liu Bei

* Zhao Yun, jenderal perang

* Huang Zhong, jenderal perang

* Ma Chao, jenderal perang


Selengkapnya dapat dirujuk ke Daftar tokoh Kisah Tiga
Negara.

4. Populasi

Populasi di zaman ini dapat dirujuk
kepada catatan sejarah oleh Chen Shou yang memperkirakan sekitar
8.640.000 jiwa hidup di dalam wilayah ketiga negara. Di antaranya
4.400.000 jiwa tinggal di dalam wilayah Wei, Wu dan Shu
masing-masing berpopulasi 2.300.000 dan 1.940.000. Wei pada
dasarnya ditakdirkan untuk menjadi yang terkuat karena memiliki
prasyarat yang lebih daripada kedua negara lainnya seperti
penguasaan ibukota negara sebagai pusat kegiatan politik dan
ekonomi.

http://id.wikipedia.org/wiki/Zaman_Tiga_Negara


_________________
View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum